Sedarkah kita?

Wahai anakku,
Aku seringkali tertanya-tanya apakah yang biasa engkau minta bila berdoa. Aku sangat bimbang kamu biadap pada Tuhanmu. Apakah kamu terus meminta habuan dunia, tanpa kita memohon keampunan dari Allah terlebih dahulu?

Wahai anakku,
Kamu contohilah Rasulullah dan para sahabat bilamana mereka berdoa. Hal ini dinukilkan oleh Allah di dalam al-Quran: “Dan mereka tidaklah memohon melainkan mereka berkata Wahai Tuhan kami, ampunilah dosa dosa kami, dan sikap melampaui kami dalam urusan kami, dan tetapkanlah pendirian kami (dalam agamamu), dan bantulah kami dalam mengalahkan golongan yang kafir.”

Engkau patut berasa malu bilamana kamu munajat dengan Allah, lalu engkau meminta nikmat dunia, memohon kekayaan, kesihatan, keselesaan hidup, kejayaan projek, dan lainnya TANPA TERLEBIH DAHULU engkau memohon keampunan dari dosa, memohon keberkatan dalam setiap usaha yang kamu lakukan.

Ingatlah wahai anak kesayanganku, tanpa rahmat dan keberkatan, segala nikmat akan bertukar menjadi bala bencana. Jangan kamu lupa kata-kata aku ini kerana aku sangat bimbang kekayaanmu bertukar menjadi kesombonganmu yang dibenci ramai dan dipandang hina oleh Allah, dan pengaruh pangkat yang dikecapimu bertukar menjadi kezaliman kepada orang di sisimu.

Wahai anakku,
Aku tersenyum gembira melihat kamu tersentuh dengan nukilan ini. Senyuman yang terpahat di wajahmu adalah pahala yang membawa ke syurga. Senyum.

Posted from WordPress for BlackBerry.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s